Selasa, 27 Maret 2012

GARAM

Seorang pemuda duduk di tepi jalan, ia menangis tersedu-sedu.....Beberapa saat kemudian, seorang tua menghampiri....mengapa kau menangis nak...? tanya Pak Tua itu lembut....Diantara air mata, pemuda itu menjawab...'hancur hidupku Pak....aku di PHK, perusahaan tempatku bekerja bangkrut..hartaku hilang ditipu orang...kekasihku lari bersama orang lain, habis, habis semua....'
Pak Tua itu tersenyum, ia mengambil sebuah gelas, mengisinya dengan air dan mengambil segenggam garam dari kantungnya dan mengaduk garam dan air di gelas tsb...'cobalah kau minum ini nak....' katanya pelan....pemuda itu meminumnya dan langsung menyemburkannya kembali....bagaimana rasanya nak...? tanya Pak Tua...'wuah...asin, ndak karuan....'jawab pemuda agak marah....Pak Tua tersenyum....diajaknya pemuda kesebuah telaga yang tidak jauh dari mereka...Pak Tua mengambil lagi segenggam dari kantungnya dan memasukkannya ke air telaga...kemudian mengaduk garam di air telaga....lalu disuruhnya pemuda itu minum air telaga tersebut...'nah...bagaimana rasanya sekarang...?' 'segar Pak....' jawab pemuda itu berseri-seri...
'Nah anak muda....garam itu adalah segala sesuatu yang terjadi dalam hidupmu....gelas dan telaga adalah hatimu....apabila hatimu sesempit gelas....maka segala kejadian dalam hidupmu akan terus sangat menyusahkan....
Namun apabila hatimu seluas telaga, maka segala kejadian tidak akan terlalu mempengaruhimu....bukankah kau masih muda....mempunyai pikiran-pikiran dan ide-ide yang cemerlang...kesehatan...dan waktu yang panjang....
Nah, mulailah hidupmu kembali...jangan hanya meratapi yang sudah terjadi...kata Pak Tua sambil berlalu.
Banyak hal terjadi dan akan kita alami dalam hidup ini, tetapi seringkali kita mengatasinya dengan kekuatan kita sendiri, padahal kita memiliki Allah yang tak terbatas kuasaNya dan senantiasa murah hati memberi hikmat dan kekuatan kepada kita dan bagi setiap orang yang senantiasa hidup mengandalkan Tuhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar