Selasa, 30 Juli 2013

Si Siput dαπ Katak

Ada seekor siput selalu memandang sinis terhadap katak. Suatu hari, katak yang kehilangan kesabaran akhirnya berkata kepada siput: "Tuan siput, apakah saya telah melakukan kesalahan, sehingga Anda begitu membenci saya?"

Siput menjawab: "Kalian kaum katak mempunyai empat kaki & bisa melompat ke sana ke mari, tapi saya mesti membawa cangkang yg berat ini, merangkak di tanah, jadi saya merasa sangat sedih."

Katak menjawab: "Setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing-masing, hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya, tetapi kamu tidak melihat penderitaan kami sebagai katak."

Dan seketika, ada seekor elang besar yg terbang ke arah mereka, siput dgn cepat memasukan badannya ke dalam cangkang, sedangkan katak dimangsa oleh elang...

Siput terharu...

Akhirnya baru sadar... ternyata cangkang yg di milikinya bukan merupakan suatu beban... tetapi adalah kelebihannya...

Nikmatilah kehidupan kita, tidak perlu membandingkannya dengan orang lain. Keirian hati kita terhadap orang lain akan membawa lebih banyak beban dan penderitaan.

Berkat/rejeki tidak selalu berupa emas, permata / uang yang banyak, bukan pula saat kita di rumah mewah & pergi bermobil.

Berkat sebenarnya dimulai dari jiwa / hati yang tenang karena ketenangan & kebahagiaan itu sangat berharga dan bernilai tinggi.

Bukan kebahagiaan yang menjadikan kita bersyukur tetapi bersyukurlah yang menjadikan kita BAHAGIA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar